Apakah Kondisi Keuanganmu Sudah Siap untuk Mengajukan Kredit?

aplikasi pengatur keuangan - Lime

Di tengah hidup yang serba dinamis ini, hadirnya berbagai fasilitas kredit seperti kartu kredit atau kredit online bisa menjadi solusi yang menawarkan berbagai kemudahan. Bukan cuma karena kepraktisannya, fasilitas cicilan yang diberikan bisa membuat penggunanya menjadi lebih ringan saat melakukan transaksi. Apalagi banyak promo berupa cashback atau reward yang bikin makin hemat.

Sebelum menikmati fasilitas kredit, kamu harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengajukan kartu kredit atau kredit online. Bukan hanya masalah bisa diterima atau enggak. Kalau kamu ngajuin di saat yang gak tepat, bisa-bisa keberadaan fasilitas kredit tersebut malah bisa membahayakan keuangan kamu, salah satunya dari segi kredibilitas kredit alias skor kredit kamu yang terekam di bank. Lalu, kapan waktu yang tepat buat mengajukan kredit? Simak dulu tiga poin di bawah ini!

Memiliki sumber penghasilan tetap

Waktu yang tepat mengajukan kartu kredit adalah saat kamu punya pekerjaan atau bisnis yang dapat memberimu penghasilan tetap. Dengan begitu, kamu punya dana pasti tiap bulannya yang bisa digunakan untuk membayar cicilan. Bagi pekerja kantoran, biasanya kamu harus melampirkan slip gaji sebagai dokumen yang harus diserahkan.

Pemberi kredit umumnya mematok minimal penghasilan Rp 3 juta per bulannya. Sedangkan jika kamu bukan karyawan, catatan tabungan selama 3 bulan dengan saldo yang stabil/meningkat bisa jadi bukti kalau kamu punya penghasilan yang pasti. Supaya lebih aman, ajukan fasilitas kredit saat penghasilanmu sudah di atas minimal penghasilan yang disyaratkan.

Jauh dari mental impulsif

Jangan terburu-buru mengajukan produk kredit jika kamu belum cukup siap secara mental dan finansial. Baik kartu kredit maupun kredit online, keduanya sama-sama menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Hal ini seringkali membuat penggunanya terlena dan bersikap impulsif dalam membelanjakan fasilitas tersebut.

Ibarat pisau bermata dua, fasilitas kredit bisa jadi bermanfaat sekaligus berbahaya, semua tergantung dari cara pemakaiannya. Kalau kamu masih punya mental impulsif, bisa dijamin kamu akan merasakan yang kedua!

Jika sikap impulsifmu gak kunjung dihilangkan, maka poin pertama yang sudah dipenuhi yaitu punya penghasilan tetap, akan menjadi percuma. Sebab, pemberi kredit akan menilai catatan tabunganmu sebelum menyetujui pengajuan kredit.

Ketika kondisi saldo tabunganmu tidak stabil karena “besar pasak daripada tiang”, maka pemberi kredit akan menganggapmu sebagai calon nasabah yang berisiko, sehingga kemungkinan disetujuinya pengajuanmu juga semakin kecil. Maka itu, penting untuk menjaga alur keuanganmu di tabungan supaya tetap stabil.

Punya rencana keuangan

Punya rencana keuangan juga gak kalah pentingnya. Tanpa rencana keuangan, berapapun gajimu tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup karena uang yang dikeluarkan gak terkontrol.

Bisa-bisa seluruh penghasilanmu malah habis untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, dan kamu lalai untuk melaksanakan kewajiban yaitu membayar utang cicilan. Maka dari itu, pastikan kamu punya perencanaan keuangan bulanan.

Kamu bisa mulai dengan mencoba strategi 50-30-20, dimana 50% penghasilan untuk keperluan sehari-hari, 20% untuk menabung atau investasi, dan 30% untuk membayar utang dan biaya hiburan.

Apakah kamu sudah bisa memenuhi ketiga poin di atas? Atau justru kamu gak punya perencanaan keuangan dan sulit terhindar dari sikap impulsif? Kalau jawabannya yang kedua, kamu gak perlu khawatir lagi, karena sekarang, sudah ada aplikasi pengatur keuangan bernama Lime!

Bukan cuma bisa membantumu mengatur keuangan, aplikasi pengatur keuangan Lime juga mampu menilai kelayakan kredit berdasarkan catatan transaksimu dalam bentuk skor dari A hingga E. Jika skor kreditmu baik, maka kesempatanmu mendapatkan pinjaman akan semakin besar, sebaliknya. Kamu bisa menjadikan skor kredit yang diberikan oleh Lime sebagai panduan untuk memperbaiki keuanganmu.

Cara menggunakan aplikasi pengatur keuangan Lime sangat gampang! Kamu tinggal mengunduh Lime di Google Play Store, menyambungkan email atau akun Facebook, dan menghubungkan internet banking. Setelah itu, Lime akan langsung merekam seluruh transaksi di rekening yang telah disambungkan, dan kamu bisa langsung mulai mengatur keuangan dan memantau skor kredit. Tunggu apalagi? Yuk, download Lime sekarang!

Share this article
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *