4 Cara Mudah Atur Keuangan Bulanan untuk Milenial

Generasi milenial adalah generasi yang dikenal pintar dan cepat belajar, khususnya dalam menggunakan teknologi. Apalagi keseharian mereka memang gak jauh dari teknologi. Tapi sayangnya untuk urusan finansial, generasi muda ini terbilang cukup payah dalam mengurusnya.

Dengan prinsip YOLO alias “You Only Live Once”, kebanyakan dari milenial lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk traveling, hangout di kafe, atau nonton konser. Gak jarang yang akhirnya mengalami krisis finansial, gak punya tabungan, hingga kehabisan gaji di pertengahan bulan. Untuk para milenial yang merasakan ini dan butuh solusi, simak 5 cara pintar ini!

Sesuaikan gaya hidup dengan penghasilan

Banyak milenial yang menjalani gaya hidup tinggi dan melebihi kemampuan finansial yang dimiliki. Akhirnya yang terjadi adalah besar pasak daripada tiang, dimana jumlah pengeluaran jauh lebih besar dari penghasilan. Kamu salah satunya?

Sebaiknya segera hentikan kebiasaan buruk satu ini. Buatlah standar hidupmu sendiri yang sesuai dengan kapasitas keuangan. Bergayalah sesuai isi kantong, jangan sampai mengorbankan diri sendiri demi gengsi dan jadi korban BPJS alias “Bujet Pas-Pasan Jiwa Sosialita”.

Buat perencanaan keuangan bulanan

Sebelum gajian tiba, buat rencana keuangan dengan formula 50-30-10-10 pada penghasilan bulananmu. Misalnya penghasilan kamu Rp 5 juta sebulan, alokasikan 50% atau sekitar Rp 2,5 juta untuk biaya kebutuhan sehari-hari seperti makan, sewa kos, hingga ongkos transportasi.

Gunakan 30% atau sekitar Rp 1,5 juta untuk membayar cicilan dan semua tagihan bulanan. Lalu 10% atau sekitar Rp 500 ribu, gunakan untuk tabungan dan investasi, dan 10% sisanya untuk kebutuhan hiburan.

Batasi pengeluaran sesuai kebutuhan

Membatasi pengeluaran harianmu merupakan cara paling ampuh untuk mencegah keborosan. Tentukan bujet untuk setiap pos pengeluaran. Misalnya kebutuhan hidup untuk satu hari adalah Rp 100 ribu. Maka siapkan Rp 150 ribu per harinya.

Gunakan yang Rp 100 ribu untuk biaya konsumsi, transportasi, dan sebagainya, dan simpan Rp 50 ribu sisanya untuk kebutuhan mendadak. Hal ini cukup ampuh dilakukan untuk mencegahmu membeli hal-hal yang gak penting.

Manfaatkan aplikasi pengelola keuangan

Salah satu kesalahan besar milenial dalam mengatur keuangan adalah tidak mencatat pemasukan dan transaksi pengeluaran, sehingga uang habis begitu saja tanpa tahu perginya kemana. Padahal, ada aplikasi pengelola keuangan yang bisa diunduh secara gratis untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan kita, seperti Lime salah satunya.

Bukan cuma bisa mencatat seluruh transaksi keuanganmu secara otomatis, Lime juga bisa mengkategorikan setiap rincian pengeluaran dan menampilkannya dalam bentuk grafik yang mudah dipahami, sehingga ketika mau melakukan penghematan, kamu bisa tahu mana yang harus dipangkas dan mana yang harus diprioritaskan.

Dengan Lime, kamu bisa menentukan perkiraan anggaran yang akan dikeluarkan dalam satu bulan ke depan. Ketika pengeluaranmu mulai mendekati batas anggaran, Lime akan mengirimkan notifikasi peringatan supaya kamu lebih berhemat lagi. Dari seluruh riwayat transaksimu, Lime akan memberi skor kredit dari nilai A hingga E, sehingga kamu bisa menilai potensi kreditmu untuk mengajukan kredit di kemudian hari.

Untuk menggunakan Lime, caranya super gampang, kamu tinggal mengunduh aplikasi pengelola keuangan tersebut di Google Play Store, sambungkan profil Facebook atau email, dan hubungkan akun internet banking, maka kamu bisa langsung mengatur keuangan lewat satu aplikasi.

Tentu kamu gak perlu khawatir soal keamanannya! Sebab, semua data pengguna akan dienkripsi dengan keamanan setara bank. Seluruh fitur pada Lime juga bisa kamu dapatkan secara gratis! Tunggu apalagi? Download Lime sekarang juga di sini!

 

Share this article
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *